Pages

Senin, 23 Juli 2012

PENJAGA RAHASIA



   Matahari mulai terbit, ayam jago mulai berkokok, jam alarm pun mulai berdering, "kring...kring..." dan, ibunya mulai memanggil, "Rin..Airin... bangun.!". Airin pun terbangun, segera berdiri dari tempat tidur dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.
     Sambil berjalan menuju gerbang, Airin menyapa teman-temannya. sesampainya didalam kelas, Airin biasa bercanda tawa dengan teman-teman sekelasnya. Hari itu kelas Airin kedatangan siswa baru, yang bernama Thita. Tempat duduknya tepat disebelahnya. Airin merasa dia adalah seseorang yang baik. Airin dan thita sama-sama cocok. Hari demi hari telah mereka lalui bersama. Airin selalu curhat tentang masalah-masalahnya. Mulai dari masalah percintaan, masalah pribadi dan masalah yang lainnya.
     Siang itu, sepulang sekolah. Airin bertemu dengan teman lamanya.
      "Cha..Cha..Chaca..", Airin memanggil teman lamanya.
      "Hey!", sahut Chaca.
 Airin pun berhenti sejenak untuk mengobrol-ngobrol dengan Chaca. Chaca adalah salah satu teman terbaiknya, Airin sering curhat ke chaca. Tapi, Airin slalu menomor 1-kan Thita. Karna, menurut dia Thitalah yang paling terbaik.
     Beberapa hari kemudian di halaman sekolah. "Rin.. Airin..!". " Seperti ada yang memanggilku." pikir Airin. Airin pun menoleh, "Yah, ada apa?" sambutnya. "kemarilah!" kata salah satu temannya. Teman-temannya pun berkata. Bahwa, Thita sahabatnya telah membongkar semua rahasia-rahasianya.
      "Iya, Thita telah membongkar semua rahasi-rahasiamu dengan cara, menulis semua rahasia-rahasiamu dan ditempelkan di mading dan tampak jelas ada tanda tangan Thita dibawahnya", tambah teman-teman.
      "Ngomong apa kalian!, Thita itu anak yang baik.", bentak Airin.
      " Rin, kita nggak mungkin membohongimu. kalau tak percaya, silahkan kamu lihat sendiri di mading.", kata salah satu dari mereka.
     Airin pun bergegas menuju mading. Dilihatnya kertas yang baru ditempel di mading. Dengan perlahan Airin mulai mambacanya. Airin masih tak percaya. Karena, Airin belum mendapat penjelasan dari Thita langsung.
     Sambil berjalan menuju kelas, Airin sempat melihat Thita sedang tertawa terbahak-bahak dengan anak-anak yang slalu sirik dengannya. Isak tangis pun mulai terdengar dari mulutnya.
     "Ya Allah, ternyata Thita bukanlah sahabat yang selama ini aku cari-cari.", gumam Airin.
     Hari itu, Thita pindah kelas, dia pindah dikelas 8-5. Bel istirahat mulai berbunyi. Segeralah Airin pergi dari kelas untuk menemui Thita, dia butuh penjelasan dari Thita. Sesampainya dikelas Thita, Sambil menangis, Airin meminta penjelasan dari Thita.
          "Ta, apa maksud kamu membongkar semua rahasia-rahasiaku?", tanya Airin.
           Thita tak manghiraukannya, dia malah membentak balik.
          "Hey! Terserah aku donk..!, salah sendiri kamu curhat ke aku. Aku aja nggak pernah curhat ke kamu kok.", jawab Thita dengan nada kasar.
           Memang sejak mereka berteman, Thita tak pernah curhat ke Airin. Airin sangat sedih mendengar semua perkataan Thita. Tapi, Airin tatap mencoba untuk tegar.
     Sepulang sekolah, Airin bersinggah ke rumah Chaca. Ia merasa bahwa Chacalah yang bisa manenangkannya. Airin pun menceritakan semua kejadian disekolahnya tadi. Dengan halus, Chaca manegur Airin.
    "Berhati-hatilah dalam memilih teman. Karena, bagaimanapun juga, kadang-kadang teman bukanlah seorang PENJAGA RAHASIA yang baik." Mulai saat itulah Airin merasa bahwa Chacalah PENJAGA RAHASIA sesungguhnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar