Pages

Minggu, 29 Juli 2012

Setetes Cinta dalam Samudra Persahabatan



Pagi itu Cintya tampak sangat sibuk mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa dihari pertama ia masuk sekolah.
          "Cintya…!!" terdengar suara ibunya memanggil.
"Ayo nak cepat sarapan, nanti kamu akan kesiangan." kata ibu sambil menghidangkan makanan di meja makan.
"Iya, bunda sebentar lagi", jawab Cintya sambil berjalan menuju ruang makan.
Setelah Cintya selesai sarapan, ia segera berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk berangkat sekolah. Ia tampak sangat bersemangat mengayuh sepeda barunya, karma ia tidak sabar untuk memasuki sekolah barunya.

 
"Akhirnya sampai juga kita disekolah", ujar Dina salah satu teman Cintya.
"Iya Din, aku tak sabar bertemu dengan teman-teman baruku", tambah Cintya.
Tet…Tet…!! Terdengar bel masuk berbunyi. Karna Dina dan Cintya tidak sekelas mereka berpisah ditengah perjalanan, untuk menuju kelas meraka masing-masing. Hari itu adalah Masa Orientasi bagi siswa baru. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya setiap tahun ajaran baru, pasti ada Masa Orientasi Siswa atau biasa disebut dengan MOS bagi siswa kelas VII. Waktu itu Citya masuk pada kelas Cut Nyak Dien. Ia duduk disamping teman lamanya.
"Lho, Fany? Kamu juga masuk kelas ini?" tanya Cintya.
"Iya Cin, aku nggak nyangka kita bisa ketemu lagi disini", jawab Fany.
"Iya Fan, aku juga nggak nyangka. Bolehkah aku duduk disampingmu?" tanya Cintya lagi.
"Oh tentu silahkan", jawab Fany dengan mempersilahkan Cintya duduk disampingnya.
Tak lama kemudian beberapa dari kakak-kakak OSIS yang bertugas mengisi dikelas itu pun tiba.
"Assalamu'alaikum…", ucap salam dari kakak-kakak OSIS.
"Wa'alaikumsalam…", jawab semua siswa dengan kompak.
Tak ingin menyia-nyiakan waktu, salah satu dari kakak – kakak OSIS segera memimpin berdoa dan memulai sebuah permainan. Memang permainan tersebut seperti permainan yang biasanya di mainkan anak TK, tapi permainan tersebut di butuhkan kecermatan dan konsentrasi.
" Baik adik-adik, mari kita mulai permainan ini!" ajak kak Rina salah satu kakak OSIS.
" Dan sebelumnya kakak akan mengingatkan, kalian harus konsentrasi dan cermat dalam bermain nanti. Karena kalau kalian salah dalam bermain akan kakak beri hukuman", tambah kak Ida.
" Yang harus kalian perhatikan adalah perintah-perintah dari kami. Jadi ketika kakak menyuruh kalian untuk tepuk tangan, maka kalian harus melakukan kebalikannya yaitu memukul meja. Begitu sebaliknya, jika kakak menyuruh untuk memukul meja, maka kalian harus bertepuk tangan. Faham adik-adik",tanya kak Rini setelah memberi penjelasan.
" Faham kak...", serentak semua siswa menjawab.
Satu, dua kali putaran semua bermain dengan baik.Tidak ada yang mendapat hukuman, namun kali ini terdengar beberapa bunyi yang berbeda. Sepertinya ada tiga anak yang salah memainkannya. Salah satu di antaranya adalah Cintya.
 Nah, akhirnya ada juga yang ketahuan kurang cermat dan kurang konseantrasi dalam bermain. Ayo yang merasa tadi salah dalam bermain silahkan maju ke depan. Kakak tidak akan menunjuk, kakak ingin kalian jujur dan dengan kesadaran diri sendiri untuk maju!" perintah kak Rini.
Cintya dan dua temannya yang merasa salah bermain segera maju ke depan.
"Seperti perjanjian kita tadi, yang salah atau kurang konsen dalam bermain akan kakak beri hukuman", ujar kak Ida sambil senyum seperti meledek Cintya dan dua temannya.
"Nah, hukumannya untuk kedua cowok ini silahkan bernyanyi lagu PELANGI – PELANGI dengan huruf vokal di ubah menjadi O semua, setelah itu berikan bunga ini pada salah satu cewek yang kalian suka di kelas ini", tambah kak Rina sambil membagikan bunga pada kedua anak laki-laki tersebut.
"Dan untuk kamu yang cewek, silahkan bernyanyi lagu bintang besar ya, kemudian perkenalkan dirimu di depan teman-teman barumu ini!" perintah kak Ida.
Di saat Cintya dan dua temannya melaksanakan perintah dari kakak-kakak OSIS, suasana kelas menjadi ramai dan semua tertawa melihat penampilan Cintya dan kedua anak laki-laki tersebut.Wajah Cintya tamapak memerah karena malu di tertawakan oleh semua teman sekelasnya.
"Adduuh…kenapa tadi aku harus salah sih. Kalau sudah begini aku jadi malu sama teman-teman", gumam Cintya dalam hati.
Namun disaat semua mengejek dan mentertawakan Cintya, ada seorang cowok yang tersenyum manis untuknya. Cintya senang karena masih ada temannya yang tidak ikut mengejek penampilannya tadi.
Tiga hari telah berlalu, MOS pun selesai. Semua siswa kembali di acak untuk memasuki kelasnya yang baru. Cintya berharap, ia bisa bertemu lagi dengan anak laki-laki yang belum sempat ia kenal.
Keesokan harinya setelah ia tiba di sekolah, Cintya kebingungan mencari letak kelasnya. Akhirnya Cintya bertemu dengan Neny teman SD-nya dulu. Neny mengantarkan Cintya ke kelas, karna kebetulan Neny juga masuk di kelas yang sama dengan Cintya.
"Cintya, kamu nyari kelas apa?" tanya Neny ketika bertemu Cintya di depan kalas IX-G.
"Aku nyari kelas ku Nen, kamu tau dimana letak kelas VII-J?" tanya Cintya.
"Lho kamu masuk di kelas VII-J?" tanya Neny.
"Iya, kenapa… kamu mau ngeledek aku soalnya aku masuk kelas terakhir?" jawab Cintya dengan memasang wajah sinis.
"Bukan begitu Cin, aku cuma nggak nyangka kita akan jadi taman sekelas", jawab Neny.
"Ya sudah ayo kita masuk kelas saja", ajak Cintya.
Setelah sampai didepan pintu kelas VII-J, terlihat mata Cintya penuh harapan.
"Semoga aku bisa satu kelas denganmya", gumam Cintya dalam hati.
Kemudian ia memasuki kelas dengan menatap semua wajah teman barunya yang masih asing bagi Cintya. Cintya duduk di bangku paling depan dengan Zukma taman SD-nya. Dan betapa terkejutnya Cintya katika melihat anak laki-laki yang belum sempat ia kenal juga masuk kelas VII-J. Dia duduk di bangku nomer dua dari belakang.
"Lho, bukankah dia adalah anak laki-laki yang pernah tersenyum manis padaku?" Cintya bertanya-tanya dalam hati.
"Apakah dia benar-benar masuk di kelas ini, ataukah hanya ingin menemui teman di sampingnya itu?" Cintya masih bertenya-tanya dalam hati.
Ternyata harapan Cintya menjadi kenyataan, anak laki-laki yang belum sempat ia kenal dan pernah tersenyum padanya masuk pada kelas yang sama dengannya. Cintya samgat senang sekali. Kini ia semakin bersemangat untuk belajar. Satu semester berlalu, Cintya dan semua temannya di kelas semakin akrab dan rukun, Serasa mereka semua memiliki hubungan darah. Namun ada perasaan yang lain dari Cintya pada seorang anak laki-laki yang pernah memberikan kesan tersendiri ketika MOS dulu, Bima namanya.
Bima dan Cintya berteman baik. Sampai akhirnya Cintya merasakan hal yang berbeda pada bima.
"Hmm… Apakah Bima juga merasakan hal yang sama, seperti yang aku rasakan?" tanya Cintya dalam hati.
"Ahh sepertinya tak mungkin, dia kan sudah punya pacar?" pikirnya kembali.
Tapi sebenarnya Bima juga merasakan hal yang sama trhadap Cintya. Hanya saja Cintya tak tahu hal itu. Apalagi Bima juga menganggap apa yang dirasakannya selama ini hanyalah perasaan sayang terhadap sahabatnya. Karna Bima sudah menganggap Cintya seperti adiknya sendiri. Begitu juga sebaliknya, Cintya juga menganggap Bima seperti kakaknya.
 Satu tahun telah mereka lalui bersama. Kini waktu telah memisahkan Cintya dan Bima. Meskipun sekarang di kelas delapan Cintya dan Bima tidak satu kelas lagi, hubungan persahabatan mereka tetap berjalan dengan baik.
"Hari ini aku akan memasuki pintu kelas yang berbeda dengan Bima. Tapi aku tetap bersyukur karena persabatanku dengan Bima masih terjalin dengan baik", gumam Cintya dalam hati.
"aku hanya berharap masih bisa bersahabat dengan Cintya", gumam Bima dalam hati ketika dia akan memasuki pintu kelas delapan yang berbeda dengan Cintya.
Meskipun Cintya dan Bima kini terpisah, tapi perasaan Cintya tidak pernah berubah terhadap Bima.
"Aku tidak akan pernah berhenti berharap, agar Bima bisa mengarti perasaanku", kata Cintya dengan penuh keyakinan.
Namun di sisi lain, Cintya beranggapan bahwa ia lebih senang menjadi sahabat Bima, daripada menjadi kekasihnya. Karma menurut Cintya persahabatan adalah hubungan yang kekal abadi. Seperti pada kenyataan Cintya dan Bima masih tetap bersahabat meskipun mereka sudah lulus SMP dan kini duduk di bangku SMA yang berbeda ( tidak satu sekolah ).

*cerita ini adalah kisah dari kawn SMP saya dulu. Dia adalah.. ELSA SIVIA I.A. Thanks for elsa.. ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar